Sabtu, 04 Desember 2010

Bagaimana yahudi menguasai Amerika.?

Ada sebuah joke seperti yang diceritakan Riza Sihbudi, peneliti LIPI diera 90-an untuk masalah Timur Tengah, kepada sebuah majalah bahwa, Pada awal Revolusi Iran, mahasiswa menyandera personil Kedubes Amerika Serikat di Teheran. Rakyat Amerika mengaum, menyumpah-nyumpah Ayatullah Ali Khoemaini. Padahal Amerika Serikat sudah disandera oleh Israel sekian lama, mereka hanya membisu. Senada dengan joke tadi, saya tegaskan bahwa bukannya saya mendukung Iran, tetapi merasa kasihan kepada Amerika Serikat, sebuah negara super power yang diperalat oleh Israel.

Tangan Israel memang menjalar di pusat-pusat kekuasan di Amerika. Lobi yahudi yang bernama AIPAC (American Israel Public Affairs Committe) sudah lama merajalela di Kapitol Hill. Disini semua anggota kongres sadar bahwa mengkritik kebijaksanaan pemerintah yang merugikan Israel adalah ancaman bagi kelangsungan karir politik mereka. Senator Charles Percy dan Roger Japson dari partai Republik serta senator Walter Hudleston dari Demokrat gagal terpilih kembali karena intimidasi dan provokasi lobi Yahudi selama masa kampanye tahun 1990. Ketiga senator tersebut pada 1986 menyetujui penjualan AWACS, Sistem Pengintai Udara kepada Arab Saudi. Sebaliknya anggota kongres atau senator yang mendukung politik Israel akan dibantu sepenuhnya oleh PAC (Political Action Committe) untuk merebut kursi.

AIPAC mengeluarkan pula semacam direktori yang berisi 39 individu dan 21 Organisasi yang dianggap menggerogoti kepentingan Israel. Dalam buku yang berjudul The Campaign to Discredit Israel, antara lain memuat beberapa pensiunan duta besar dan anggota kongres yang diterbitkan dalam direktori Israel tersebut. Pada saat yang sama, Liga Anti Defamasi B’nai B’rith mengeluarkan direktori sejenis menurut versinya sendiri. Badan ini adalah lobi yang juga sangat berpengaruh selain AIPAC.

Tidak hanya dikongres dan senat, jaringan lobi yahudi juga merambat di Pentagon, Departemen Luar Negeri, bahkan sampai di ruang Oval, kamar kerja Presiden Amerika Serikat  di Gedung Putih (white house). Cukong – cukong yahudi berusaha membeli pengaruh kekuasaaan Presiden. Sepanjang sejarah, hanya Dwight Eisenhower yang mampu bersikap tegas kepada Israel. Tahun 1953, ia memerintahkan penagguhan semua bantuan senilai 26 juta Dolar AS sampai Israel menghentikan pembangunan saluran kanal di atas sungai Yordan. Jika proyek tersebut berhasil dibangun, Israel mampu mengontrol pasokan air minum ke seluruh kawasan Arab. Masyarakat yahudi Amerika berang, namun Eisenhower tak bergeming. Tidak sampai 2 bulan, Israel menuruti keinginan Presiden Eisenhower.

Cengkraman lobi yahudi merambah pula di kampus – kampus Amerika Serikat. Suara pro Palestina akan dihambat dengan segala cara. Edwar Said, guru besar di Universitas Columbia pernah berceramah di Universitas Washington mengenai Palestina. Agen – agen AIPAC berdiri dipintu masuk Aula dan membagikan brosur yang mengutuk Edwar sebagai Teroris. Mereka mengintimadasi peminat ceramahnya dan menekan publik supaya tidak hadir. Di Universitas Florida pidatonya diejek, dipotong, dan sebagian cukong AIPAC berdiri berteriak – teriak. Nah, sudah tau kan, Rupanya Kebebasan Akademis  di Kampus Amerika  tak lain hanyalah bualan belaka kalau sudah membicarakan masalah Timur Tengah.

Amerika memang menjadi simbol pembebasan dan pahlawan bagi kaum yahudi pada masa perang dunia II menyusul pembantaian yang dilakukan Hitler terhadap 6 juta yahudi eropa. Segera setelah itu bantuan dikucurkan untuk negara –negara  yang kalah perang. Amerika semakin menjadi primadona bagi yahudi, negara Israel yang telah lama di idamkan bangsa yahudi segera bisa diwujudkan. Amerika Serikat adalah penyandang dana utama negara yahudi ini, tidak ada yang mengkritik atau menyalahkan Amerika. Bahkan Perserikatan Bangsa – Bangsa pun hanya bisa diam dimeja kerjanya sambil menonton tangisan Bangsa Palestina saat tanah air mereka sedang direbut Zionis ‘Alaihi La’nat beberapa waktu lalu lewat Al- Jazeera.

Mohon maaf kalau sedikit keluar jalur ya, baiklah, kembali ke Amerika Serikat lagi,,,,Baru – baru ini seorang yahudi penulis kolom Joel Stein mengumumkan dengan Bangganya bahwa industri film dan televisi Amerika Serikat  memang dikuasai Yahudi. Lewat tulisannya “How Jewish is Hollywood” di Los Angeles Time. Bahkan ia membuat daftar siapa saja yang menguasai industri tersebut, antara lain :
1.      News Corp President Peter Chernin (yahudi)
2.      Paramount Picture Chairman Brad Gey (yahudi)
3.      CEO Walt Disney co. Robert Iger (yahudi)
4.      Warner Bros Chairman Barry Meyer (yahudi)
5.      CBS Corp. Chairman Leslie Moonves (yahudi)
“ A poll finds more Americans disagree with the statement that ‘jews control Hollywood’ But here’s one jew who doesn’t. Begitu kata joel.

Diam – diam Congres Amerika Serikat yang dilantik 6 Januari 2009 lalu berisi 8.4% yahudi walaupun hanya ada 1.7% penduduk dewasa yahudi di AS. Sementara di anggota senat, yahudi telah menguasainya lebih dari 13% kursi senat. Diberitakan pula Yahudi telah menguasai pula berbagai lembaga penting dunia, mulai lembaga keuangan, media massa, hingga hiburan, semua  kekuatan besar yang selama ini diharapkan melakukan sesuatu diam jika yahudi berulah. Bahkan krisis ekonomi global yang sedang terjadi saat ini juga dipicu ulah para pengusaha Yahudi yang begitu Materialistik dan Kapitalistik. Semua sudut dunia merasakan akibat ulahnya, tidak hanya rakyat Palestina. Kini rakyat Amerika Serikat hanya berharap pada seorang Barrack Obama sebagai Adol Hitler yang baik, mengurangi dominasi Yahudi di Amerika Serikat tanpa melalui jalur kekerasan.

Lobi yahudi memang suka bergerak dibelakang layar, tetapi kehadirannya sangat terasa dalam pentas politik di Amerika Serikat. Bayangkan, seperempat bantuan Amerika Serikat ke seluruh dunia mengalir ke Israel. Setiap orang Israel kini mendapat duit  750 USD (sekitar Rp. 8.000.000) per tahun, gratis. Ini belum termasuk bantuan militer dan dana – dana khusus untuk membiayai imigrasimYahudi ke Israel. Amerika Serikat, nyatanya tidak lebih dari alat politik Israel yang paling efektif. 

0 komentar

Posting Komentar