Kamis, 23 Desember 2010

Jurnalis Libanon Ungkap Cara Agen Mossad Berusaha Merekrut Dirinya

Charles Ayoub, pemilik dan editor harian swasta Libanon Al-Diyar, mengungkapkan rincian dirinya sewaktu ia didekati oleh mata-mata Israel asal Mesir - Tarek Razek Abdel Hussein, yang bekerja untuk Institut Intelijen dan Operasi Khusus, atau dikenal sebagai Mossad- - dalam upaya untuk merekrut dirinya menjadi agen Mossad. Hussein sendiri sudah ditangkap awal pekan ini dan akan menghadapi persidangan atas tuduhan menjadi mata-mata Mossad.
Dalam sebuah pernyataan kepada situs Al-Arabiya, Ayoub, yang dikenal karena kebencian kepada Israel, mengatakan bahwa Hussein memanggilnya sembilan bulan yang lalu dari luar Libanon. Ia mengklaim bahwa Hussein tidak menawarkan dia 200.000 dolar seperti yang dilaporkan oleh pihak berwenang Mesir, tapi Hussein mencoba untuk merayu dirinya dengan penawaran lain.

Ayoub, seorang mantan petugas keamanan di militer Libanon, mengatakan bahwa Hussein menawarkan kesempatan untuk menjadi pembicara tentang isu-isu Timur Tengah di Cina, Thailand dan Afrika Selatan, dan melakukan perjalanan kelas pertama pada beban-perjalanan yang akan dibayar dan akan membiayai penggunakan kartu kredit khusus.

Ayoub mengatakan bahwa secara natural tawaran Hussein membuatnya curiga. Karena itu ia menolak tawaran tersebut.

"Kalau saya tahu dia bekerja untuk Mossad, saya akan mengajak dia ke Beirut dan melapor ke departemen kontra spionase di Libanon," katanya.

Dalam pengakuan kepada penyelidik Mesir, Hussein mengklaim Mossad memerintahkan dia untuk menghubungi editor dari sebuah surat kabar utama Libanon yang dekat kepada rezim Suriah dan Hizbullah.Dia juga mengatakan bahwa ia berhasil menghubungi editor dan menawarkan 200.000 ribu dolar serta kesempatan untuk menjadi pembawa acara.

Menurut situs Al-Arabiya, Hussein berasal dari keluarga miskin dan tinggal di sebuah apartemen ukuran 60 meter persegi. Ayahnya bekerja di sebuah perusahaan air minum dalam kemasan dan kemudian bekerja di sebuah perusahaan keamanan setelah pensiun. Hussein memiliki satu saudara laki-laki dan dua saudara perempuan, salah satunya bekerja sebagai perawat di sebuah rumah sakit pemerintah di Kairo.

Hussein bekerja sebagai pelatih Kung Fu setelah berlatih dalam seni beladiri tersebut di China pada pertengahan 1990-an. Setelah terlilit masalah keuangan, ia kembali ke China untuk mencari pekerjaan pada akhir tahun 2006. Ketika ia melihat iklan di situs Mossad yang akan merekrut orang dari Timur Tengah yang mampu berbahasa Arab atau Persia, ia mengirimkan email ke lembaga itu mengatakan bahwa ia adalah seorang yang hidup Mesir di Cina dan sedang mencari pekerjaan.

Pada tahun 2007 ia menerima telepon dari agen Mossad di Asia Timur yang bernama Joseph Demor. Setelah menjawab pertanyaan, ia diminta untuk bertemu Demor di Kedutaan Besar Israel di India. Dia kemudian diarahkan untuk melakukan perjalanan ke Thailand di mana ia mengunjungi Kedutaan Besar Israel di Bangkok beberapa kali dan bertemu dengan seorang agen Mossad bernama Edi Moshe. Moshe saat ini masih buron.

Moshe menginstruksikan Hussein tentang bagaimana rahasia mengumpulkan informasi dan menyusup ke kalangan elit di Mesir dan negara-negara Arab lainnya. Ia juga diberikan pelatihan dalam keterampilan sosial dan menyuruhnya mengetahui tentang bagaimana berkomunikasi dengan Mossad melalui internet.

Sebagai imbalan atas jasanya Hussein menerima 5000 dolar, yang dihabiskan untuk sebuah perusahaan ekspor-impor yang berbasis di Cina. Selama tiga tahun pelayanan dengan Mossad, ia menerima sebesar 37.000 dolar.

Hussein didakwa dengan bekerja sama dengan Mossad dalam upaya untuk membahayakan keamanan nasional dari sejumlah negara Arab termasuk Mesir, Suriah dan Libanon," menurut Al-Arabiya.

Dia memposting iklan di internet untuk merekrut warga Libanon dan Suriah yang ahli komunikasi seluker untuk bekerja dengan Mossad dan berhasil memberikan Mossad informasi rahasia mengenai tiga orang dalam perusahaan besar telekomunikasi seluler Mesir, dalam persiapan untuk merekrut mereka dalam upaya untuk menyusup ke dalam sektor komunikasi Mesir.

Sumber: EraMuslim

0 komentar

Posting Komentar