Sabtu, 08 Januari 2011

Suratan hati kepada saudari Fillah....di Negeri Pertiwi

Teruntuk putri muslimah putri islami bagi dien (agama) ini. “semoga Allah SWT senantiasa menjaga kesucian harga dirimu di tengah dahsyatnya finah dan ujian.”.

Ukhti muslimah, Putri islami di negeri pertiwi…


Malam ini ada gelisah yang menyusup kedalam jiwaku.Aku terbangun dengan ikatan -ikatan kecemasan.Mataku berembun sebagaimana kaca jendela kamarku yang setiap malam berbasah embun musim dingin yang begitu dahsyat.Tak ada suara selain teriakan – teriakan batin yang menggema di liang telingaku ketika teringat keadaanmu di negeri pertiwi yang dirudung fitnah begitu besar.

Putri islami dinegeri pertiwi …

Kuambil pena setelah kulantunkan untaian doa. Semoga lantunan pena kegelisahan ini membuat jiwa-jiwamu tersadar akan apa yang sebenarnya kami rasakan. Hingga pena ini tergerak untuk menasihatkan.


Ukhti muslimah…


Jika tarian pena kegelisahan ini terlalu latah dan kering, semoga tetesan bening yang membersamai tulisan ini bisa menyejukkan suasana hatimu laksana gerimis ketika hadirnya musim panas.


Putri islami yang sedang memegang suratan hati ini, adakah waktu beberapa menit saja di tengah kesibukanmu bersama tugas kuliah? Dan adakah beberapa saat saja untuk meluangkan isi hati dan perasaan demi membaca tarian pena di lembar putih ini? Dan adakah sebentuk kasabaran yang setiap sisinya dihiasi perhatian untuk menyelesaikan suratan hati ini hingga akhir?. Kami mohon engkau tak merasa keberatan ataupun waktumu tercuri untuk sekedar mendengarkan suratan hati dari seseorang yang barang kali tak pernah engkau mengenalnya.


Putri islami…


Izinkan tarian pena ini menggores lembut lembaran-lembaran putih ini sebagai lukisan hati kami yang sedang cinta dan cemburu karena Allah. Biarkan diri ini berterus terang menuliskan untaian kalimat yang sebelumnya telah kami tulis di lembar hati kami sebelum kami tuangkan di lembar putih ini.Kami pun tak mengerti apakah dirimu merasa senang atau malah benci dengan kehadiran suratan hati ini yang tak pernah kau harapkan sebelumnya.kami serahkan semua kepada pemilik hati setiap jiwa, Allah SWT.


Putri islami …


Sengaja kutulis suratan hati ini untukmu ,karena kami berharap lewat suratan hati ini bisa menjadi wasilah yang membuat harga dirimu mewangi bak melati yang berseri.


Ukhti muslimah…


Kami tulis suratan hati ini disaat hati kami kalut dan resah melihat keaadaanmu. Hingga terkadang hanya elusan dada sebagai rasa iba yang terpendam didalam jiwa.


Bagaimana tidak iba jika setiap hari aku lihat saudari-saudarimu ditelanjamngi auratnya? Ditelanjangi sehelai demi sehelai pakaian harga dirinya di depan jutaan orang sebagai tontonan para penggembira yang mengabdikan kepada hawa nafsu setan.


Bagaimana tidak resah jika tiap waktu slalu kudengar saudari-saudarimu di nodai kehormatannya, bahkan menyerahkan seluruh tubuhnya demi diobral di majalah –majalah murahan yang menjerumuskan ke jurang perzinaan. Jurang yang menjijikkan yang tak pantas dilakukan kecuali para binatang yang tak berakal.


Oh…. bagaimana diri ini tak bersedih menagis bahwa sebenarnya pasukan setan itu menggiring mereka ke lembah–lembah jahannam di balik ketertawaan dan kemasyhuran yang sebenarnya adalah tipuan.


Putri islami di negeri pertiwi…


Tidak tahukah dirimu bahwa ada bening yang menetes hangat membasahi dua pipi ini saat melihat keadaanmu? Akan tetapi seolah dirimu tak pernah mengerti arti sebuah air mata dari seseorang yang mengharapkan kejayan harga dirimu dalam menopang panji islami bagi dien ini. Hingga akhirnya dirimu enggan mendengarkan nasihat yang dengannya mungkin Allah menjadikan wasilah kebaikan bagi dirimu di dunia dan akhirat kelak.


Kutulis suratan hati ini sebagai nasihat untukmu karena Allah SWT semata. Kugores saat mulut ini tak sanggup lagi bicara karena saudari-saudarimu yang tertipu itu semakin membabi buta mengumbar aurat didepan pria. Mereka bangga menjadi mangsa srigala-srigala pengumbar cinta dusta. Seakan mereka tak pernah bersedih dan justru bangga menumpuk dosa setiap harinya. Berzina dengan setiap pria yang diinginnya demi memuaskan nafsu bejatnya.Berlenggak lenggok bagaikan cacing yang kepanasan di club-club malam. Menghabiskan hari-hari siang dan malam dengan lantunan musik yang melalaikan. Meninggalkan istananya menuju panggung–panggung hiburan.Wajahnya menghitam dibalik polesan bedak tebal yang tak pernah terbasuh sucinya air wudhu yang mencerahkan.Keningnya telah jauh dari sujud sebagaimana bejat akhlaqnya yang tak karuhan.Berdandan dan berdandan demi laris dalam perzinaan.


Oh… betapa jauhnya mereka dari belaian suami tercinta , karena kekasih mereka adalah srigala yang tajam taring dan kukunya.Tak pernah merasakan nikmatnya bercanda dengan anak tercinta karena rahim mereka telah mereka haramkan dari mengandung anak sebagai anugrah dari Arrahman. Rahim mereka kotor dengan air mani haram dan menjijikan . Naudzu billahi mindzalik


Wahai putri islami…

Tidak sampaikah kabar yang benar dari langit akan kebanyakan penghuni neraka adalah wanita? Belum datangkah kepadamu akan nasihat dari kitab dan sunnah tentang orang-orang dari kalangan wanita yang di haramkan Allah mencium bau jannah (surga)? Padahal bau jannah itu tercium dari jarak 500 tahun perjalanan. Itulah para wanita penggembira di dunia tanpa mengindahkan perintahNya.

Putri islami…


Sampai disini aku tak megerti apakah kata–kata ini menembus kerelung hatimu. Hingga membuat dirimu sudi merenung sejenak tuk memperbaiki diri menjadi sesosok muslimah sejati?. Muslimah sejati yang hidupnya bahagia dengan suami setia tercinta hingga di surga. Muslimah sejati yang jiwanya kaya dengan kasih sayang tulus kepada anak tercinta. Dan muslimah sejati yang hidupnya mulia menutup auratnya.


Kuharap masih tersisa secuil kesempatan tuk telusuri pahatan-pahatan pena di lembar putih ini.


Putri islami di negeri pertiwi…


Kutulis suratan hati ini saat nuraniku menjerit dan berteriak kesakitan melihat harga dirimu diinjak–injak oleh anjing–anjing durjana yang setiap saat mengintaimu. Mereka menyembunyikan kebuasan nafsunya di balik kata-kata cinta manis dan menawan. Emansipasi dan persamaan gender yang sebenarnya rayuan gombal. Mereka menyembuyikan semua itu padahal hati mereka penuh dengan makar dan tipuan bejat mereka.


Putri islami di negeri pertiwi…


Kedua mata ini sudah sepat membuka dan menatap hari-hari yang ditaburi kemaksiatan. dan telinga ini pun juga bosan mendengar musik–musik setan yang dihalalkan pengikut kebatilan. Setiap ruang dan waktu musik-musik itu bergema di telinga dengan syair-syair cinta dusta. Di puja-puja dan dihafal para remaja melebihi cintanya terhadap ayat alquran yang mulia. Bahkan ratusan ribu keluar demi menyaksikan konser musik, dengan berdesak-desakan dan berjingkrak ria. Bahkan diantara mereka ada yang meningggal di tempat maksiat bersama iringan suara gitar dan band yang melalaikan.


Putri islami…


Sampai kapan air mata ini kan mongering. Dan sampai kapan kepedihan ini kan berakhir. Aku tak mengerti jawabannya. Yang aku bisa hanyalah memberikan nasihat bagi jiwa-jiwa yang menerimanya . putri islami yang masih tenggelam dalam keterlenaaan, Ku harap engkau segera mengakhiri hari –hari kelabumu dimana bunga-bunga harga dirimu berguguran di tangan kumbang –kumbang tak beradap.


Putri islami…


Biarkan diriku dengan seonggok kesedihan ini meneruskan kembali goresan suratan hati ini. Dan kalaulah boleh jujur hati ini sering kali menangis melihat putri-putri islami di sembelih rasa malunya dengan pisau–pisau mode, dirobek dengan belati emansipasi dan ditusuk-tusuk dengan pedang persamaan gender. Sungguh mereka telah menghalalkan segala cara. demi tercapai tujuan nafsunya.


Putri islami…


Musuh-musuhmu telah menyiapkan ribuan wanita yang setia berperang di jalan setan. Mereka memberikan seluruh tubuhnya untuk merusakmu lewat film -film porno majalah-majalah bejat dan jutaan situs terlaknat.Mereka berikan suara indahnya tuk mendendangkan syair-syair setan yang mereka atas namakan dengan cinta. Setiap hari mereka bicara dengan subhat mereka dengan dukungan ratusan media masa.

Putri islami yang hatinya masih terbingkai anggun keyakinan bahwa Allah adalah Rabb sesembahannya. Kekhawatiran dan kecemburuan dalam hati ini tidak lain karena kebanyakan dirimu telah terperangkap di lorong-lorong fujur itu. Bahkan diantara dirimu telah terbuai dengan ungkapan-ungkapan gombal dari para wanita jalang di layar lebar dan majalah kacangan di pinggir jalan. Diantara dirimu telah terlena dengan rasi-rasi bintang yang tak lebih perkataan syirik yang dihiasi dengan ramalan kebatilan

Putri islami…


Kami menghawatirkan karena subhat dalam dirimu akan hijab (kerudung) sebagai pakaian wajibmu dimana mereka memakai kerudung kecil berwarna warni merangsang pandangan mata. Berjalan didepan pria dengan celana jeans dan baju ketatnya.Wajahnya bersolek dan dibumbui parfum yang menyengat setiap orang yang dilaluinya. Mereka tampak islami sebenarnya menodai kemurniaan islam. dibalik kejahiliyahan model baru. Dimanakah mereka diantara hijab islami yang diajarkan Nabi SAW?. Dimanakah mereka diantara adab islami yang dicontohkan istri-isteri nabi SAW?. Mengapa masih ada muslimah yang bertabarruj (berdandan yang mencolok) bahkan tidak mengenal jilbab sementara al qur’an dia dengar setiap hari?


Putri islami…


Apa yang membuatmu membenci jilbab padahal ia pakaian anggunmu dimata Allah? Apa yang membuatmu ragu dengan jilbab padahal ia menjaga kehormatanmu dari mata-mata jalang. Kenapa engkau lebih menyukai berdandan seronok dengan aurat terbuka menjadi ajang zina mata durjana. Jika bukan ridha Allah ridha siapa lagi yang akan engkau cari?


Putri islami…


Kutulis surat ini untukmu karena ada harga yang harus kau bayar dengan mahal di batas waktu yang tak terhingga. Dan sesungguhnya penggalan nafas yang tak akan kembali ini akan bersaksi dihadapan ilahi. Tapi kenyataannya mengapa masih ada yang begitu tega menggadaikan harga diri dan kehormatan demi selembar uang? Bahkan harga dirinya tak sewangi bunga lagi karena naik turun sesuai pasaran perzinaan


Putri islami…


Akal sehat yang mana yang rela menjual harga dirinya dengan hanya sebotol sampo atau sebutir sabun untuk telanjang di mata jutaan orang. Ah…barang kali engkau terlalu bermimpi menggapai kemasyhuran dan lupa siksaan sebagai tebusan. Tidak tahukah tubuhmu yang setiap hari kau dandani itu telah ditunggu ulat-ulat busuk yang siap menggorogoti? Dan dirimu dikenal orang sebagai bintang perzinaan yang didemeni laki –laki biadab yang berhianat pada istri-istrinya. Apakah engkau suka saat kamatian menjemputmu dan dirimu menjadi maskot dalam kemaksiatan?


kuharap engkau mengerti suratan hati ini. Bahwa susungguhnya aku sangat ingin engkau masuk islam dengan kaffah. Aku ingin dirimu merasakan secuil iman yang setelah itu engkau tak berpaling kepada kejahiliyahan. Aku ingin engkau meneguk setetes hidayah yang membuat kehausan nafsu birahimu terobati selamanya. Semoga Allah membuatmu mencintai keimanan dan membenci jalan – jalan kejahiliyahan dan kefasikan.


Putri islami…


Kalau bukan dien ini nasihat apa gunanya pena latah ini ku alunkan. Harapanku minimal nasihat ini membebaskan ku dari tuduhan sebagai ”setan bisu” yang ridha dengan kemungkaran. Lebih jauh dari itu semoga suratan hati ini menjadi wasilah dan hujjah yang mengantarkan ke jannah abadi bersanding bersama bidadari.


Saudarikun putri isalami…


Kuharap engkau tak bosan membaca suratan hati ini. Nasihat yang jujur apa adanya dari seseorang yang cinta dan cemburu karena Allah dengan harga diri saudarnya . Kalau bukan karena ridha Allah tak pernah ku goreskan pena ini untukmu . Semoga setiap kata yang kau baca dapat kau pahami dan bernilai ibadah disisi Allah SWT


Putir islami…


Ingatlah para muslimah di zaman sahabat. Ridha Allah dan rasulNya adalah tujuan utama. Tak bergeming menghadapi ocehan orang-orang musyrik dalam memegang diennya. Bersegera meyambut seruan Allah, bahkan dalam berbagai moment mereka adalah rijal yang siap membela rosulullah SAW saat di lukai dan di lecehkan kehormatannya. Asma’, Nusaibah, Khansa tak perlu ku ceritakan tentang mereka karena namanya telah terukir indah dalam sejarah ummah. Pesona teladan yang mekar mewangi bagi para muslimah sejati.


Putri islami …


Lihatlah sekelilingmu tentang keadaan kaum muslimah hari ini. Siapakah diantara mereka yang menjadikan para istri nabi SAW dan sahabat sebagai teladan?. Padahal mereka adalah orang –orang yang di janjikan dengan jannah. Bahkan diantara mereka namanya telah tercatat sebagai penghuni surga sedang mereka masih hidup di dunia.


Kenapa wanita-wanita penzina lebih di sukai dan disebut –sebut daripada sosok mulia itu? Meniru mereka dari gaya rambut dan pakaian serba terbuka. Bahkan jika mereka terpelosok kedalam lembah zina akan mereka ikuti juga. Dimanakah harga diri itu wahai putri islami? Dimankah kesucian diri dari perbuatan busuk itu?


Lihatlah wahai putri islami, lihatlah dengan matamu yang bersinar betapa ribuan muslimah telah mengabaikan perintah Allah. Bahkan mereka tak mengerti bahwa jilbab itu wajib sebagaimana salat dan zakat. Bahkan mereka akan berdosa jika mereka enggan memakainya Tapi kebanyakan mereka menutup diri dan mencaci pemilik jiwa yang murni yang menunaikan perintah Alloh. Siapa yang hari ini tak mencibir orang muslimah yang berjilbab besar dan bercadar. Ejekan–ejekan tak senonoh, kata-kata pedas dan menghina, pandangan-pandangan benci dan marah, serta tuduhan-tuduhan ekstrim, out of date dan kolot lekat dari mulut-mulut yang mengaku dirinya seorang muslimah.


Tidak kah mereka melihat dirinya yang lebih hina dengan bermaksiat kepada Allah setiap harinya? Tidakkah mereka sadar akan ancaman siksa Allah yang begitu perih?, Dan tidakkah mereka mengerti bahwa harga dirinya telah membusuk dikelilingi makhluk kotor setan penyembah syahwat?!


Putri islami….


Jika srigala hewan itu hanya menginginkan daging ,tapi srigala manusia menginginkan sesuatu yang lebih berharga dari itu.Dia ingin engkau kehilangan harga diri. Mereka berusaha memburu harga dirimu dan merobek-robek dalam ranjang perzinaan setelah itu engkau ditertawakan karena engkau bagaikan binatang jalang yang tak punya lagi harga diri kemudian dijadikanlah engkau ajang jual beli bagi para penyembah birahi.


Putri islami… jangan tertipu kebusukan makar setan yang dibalut dengan cinta-cinta palsu seperti valentine day. Betapa hari itu telah menjadi sakral bagi penodaan yang berkedok cinta dan kasih sayang. Berapa harga diri telah melayang dalam kepalsuan dan kenaifan.Bahkan mereka mengenangnya sebagai hari bersejarah tentang kebusukan cinta mereka, mencatatnya didalam agenda dan seolah dosa-dosa itu terasa manis saat di kenangnya. Naudzubillahi mindzalik


Tidakkah engkau melihat wanita-wanita kafir penyembah syahwat yang hidupnya bergelimang dengan zina setiap harinya? Bahkan mereka membunuh anak dalam perutnya sebelum ia dilahirkannya? Entah berapa ribu anak yang dibunuh dari berzina, entah berapa ribu pula anak yang hidup tak mengetahui siapa bapaknya. Oh…begitukah yang kau cari wahai putri islami?


Saudariku….

Tak perlu aku ceritakan tentang pacaran yang telah menjadi tuntunan bagi para pemuda – pemudi umat kini. Hati ini diris-iris ketika masuk dan melihat sosok–sosok pemuda di universitas-universitas islam. Duduk berdua-duaan di kesepian asyik pacaran.
Jilbab gaul yang tak karuhan; pergaulan bebas yang telah dihalalkan. Musik-musik yang dilantunkan pengganti Al qur’an . Hanya beberapa gelintir ihwah mahasiswa yang Allah selamatkan dari kejahiliyahan itu. Dan itu pun mendapat tekanan dari berbagai kalangan. Semoga allah teguhkan jiwa mereka.


Putri islami …


Tahukah engkau bahwa seseorang akan diadzab karena cinta yang ia sekutukan karena Allah?. Fahamkah dirimu bahwa rindu-rindu palsu itu ibarat kerak dosa didalam qalbu yang menghalangi beningnya hatimu dari hidayah Allah? Dan mengertikah cinta selain Allah itu tidak pernah akan abadi meskipun ibarat Romeo dan Juliet?


Lantas mengapa begitu mudahnya kau obralkan cintamu dengan seseorang yang berkata “I LOVE YOU” untuk merayumu?. Kenapa kata-kata itu membuatmu luluh tak berdaya dan kau berikan seluruh dirimu kepada laki laki asing yang bukan suamimu?. Kenapa kata kata itu menjadi berhala didalam hatimu dan kau nodai cinta Allah? Kenapa wahai putri islami kata yang sebenarnya bisikan iblis itu membuat dirimu gelisah tidur dan jiwamu melayang- layang?


Semua itu karena engkau tak mengerti akan cinta Allah. Dan ruang hatimu kau biarkan kosong dengan cinta-cinta setan. Lupakan kata kata itu dari hatimu kecuali suamimu yang Alloh halalkan sebagai bajumu. Jadikanlah cintamu ladang pahala. Ladang pahala yang tumbuh dari akar-akar ma’rifatullah. Dan batangnya kuat perkasa menjulang keangkasa dengan tauhidullah. Jagalah cintamu, awasi jangan pernah lengah hingga engkau berlabuh di dermaga ketenangan jiwa yang bernama pernikahan islami yang diberkahi.


Oh… betapa banyaknya muslimah hancur dengan cintanya yang liar diantara srigala - srigala buas. Demi hawa nafsunya yang berkata atas nama cinta sejati mereka serahkan seluruh tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki untuk di nodai. Bahkan demi cinta palsunya ribuan orang rela bunuh diri.


Putri islami…

Cobalah berfiikir bening dan jernih. Tanyakan dengan jujur kepada nuranimu yang lembut itu. Tentang kemasyhuran yang kau buru atau pun kebebasan yang kau tuju. Apakah kebebasan yang kau maksud itu kebebasan berkencan dan berzina, seperti wanita-wanita kafir penyembah syahwat? Apakah berjingkrak ria dikonser musik itu kebebasan yang kau cari? Ataukah berdandan seksi didepan umum itu yang kau maksud? Cobalah tanyakan lagi semua itukah kebahagiaan seorang wanita? Ataukah dengan tunduk dengan syariah allah Menjadi wanita shalehah yang terjaga auratnya?. Yang dibelai suami dengan mesranya kasih sayang dalam keluarga. Begitu juga didamba putra dan putri tercinta dalam membina keluarga bahagia.

Tanyakanlah wahai putri islamiku

Demi Allah tanyakan kepada pemburu syahwat itu. Apakah mereka rela jika anak cucunya kelak menjadi biduanita yang dihargai dengan selembar uang? Apakah mereka tega melihat anak anaknya dicengkram srigala srigala buas yang siap merobek harga dirinya? Tanyakan pada mereka yang setiap malam menjual diri di klub klub malam menjadi wanita penghibur. Apakah mereka mendapatkan kebahagiaan dengan tidur bersama laki laki buas dan relakan mereka jika putrinya kelak seperti dia yang tak punya harga? Tanyakan wahai putri islami, tanyakan jika engkau masih ragu. Tentang orang yang termahsyur diantara penyembah syahwat itu, tanyakan kepada mereka yang berlenggak-lenggok disorak sorai tepukan tangan jutaan orang. Kebahagiaan seperti apa yang dia cari dibalik keternodaaan harga dirinya.

Putri islami…


Kenapa kebanyakan engkau tak sadar bahwa kebanyakan wanita telah menjadi barang dagangan di tangan penyembah syahwat, Lihat dan bukalah matamu disepajang jalan penuh dengan pampangan wanita telanjang disapu mata sembarang orang. Lihat wahai putriku disetiap produk barang kecantikan wanita dijual dengan kemurahan. Dan iklan tv pun setiap detik seolah tak berhenti memamerkan aurat wanita. Siapakah diantara bintang tv yang paling terkenal? Tidak lain wanita yang paling berani menjual harga dirinya. Dan tak perlu kau tanya tentang koran murahan dan majalah rendahan disudut-sudut jalanan yang memamerkan wanita telanjang penghibur preman jalanan.


Apa yang kau cari wahai putri islamiku di balik semua itu. Apa yang kau dapat dengan berkencan dan foto bersama dengan orang orang fasik pembela musik.

Apa gunanya menghabiskan masa mudamu dengan pacaran bersama laki laki yang belum tentu jadi suamimu?

Putri islamiku…


Ku harap engkau masih bersamaku hingga akhir suratan hati ini. Aku selalu dirudung duka dan dibalut rasa resah selama dirimu tak mau mengerti atau kau anggap angin lalu tentang apa yang aku ungkapkan di lembar putih ini. Bukannya diri ini ingin dikenang, sama sekali tidak wahai putri islamiku. Aku tidak ingin setiap muslimah menjadi mangsa bagi srigala srigala buas penyembah syahwat dan aku tidak ingin mereka nantinya menyesal karena merasa mengkhianati calon suaminya meskipun mereka tak mengetahuinya saat ini.


Putri islami …


Jika fitrahmu yang lembut itu masih murni, dan jika nalurimu yang halus itu belum terkoyak dan ternodai aku yakin. Ya, demi Allah aku yakin engkau akan menemukan jalan kembali dari kebimbangan yang engkau hadapi. Tidak lain dan tidak bukan dengan mengetuk pintu Allah yang terbuka bagi siapa saja siang dan malam.


Saudariku berhentilah dari kefujuran itu. Engkau adalah calon ibu yang menjadi teladan bagi putra-putrimu. Jauhilah teman dan tempat – tempat yang menyeretmu kejurang kehinaan. Dan mulailah mengenal Allah dengan menuntut ilmu dihalaqah – halaqah kajian keislaman.


Putri islami…


Temanilah jiwa – jiwa yang tegar yang menjaga syariah Allah. Dan saling menasihatilah dalam ketaqwaan dan kesabaran.


Putri islami…


Setelah kau baca suratku ini aku berdoa semoga engkau menjadi permata yang selalu berkilau menyejukkan pandangan suamimu yang shaleh. Begitu juga menjadi teladan bagi keluargamu dan anak anakmu. Hingga bias pelangi islam yang indah itu menghiasi setiap rumah tanggamu.


Dan maafkan aku jika kata – kata dilembar putih ini terlalu hambar dan kasar. Namun aku yakin engkau lebih tahu apa yang harus kau lakukan setelah membaca suratku ini. Memang tak pantas diri ini menulis banyak karena memang bukan ulama yang pantas menuliskannya. Bukan pula seorang pujangga yang kata-katanya bagai mutiara gemerlap didalam jiwa. Namun aku hanya seorang yang ingin menyampaikan nasihat kepada saudaranya seiman dan seagama.


Jika pena yang latah ini menuliskan kata kata yang mengiris pilu hatimu. maka bukan itu maksudku suratan hati ini tak lebih hanyalah wasilah yang semoga bersamaan membaca surat ini membersamai pula turunnya hidayah atas dirimu. Ya aku sangat berharap seperti itu.


Putri islami…


Engkau mempunyai andil yang besar dalam meretas jalan panjang perjuangan. Entah apa jadinya jika wanita muslimah bertingkah laksana wanita kafir yang Allah janjikan jahannam. Sekali kali janganlah engkau tertakjub, dimata Allah mereka tak ada harganya dengan wanita budak yang beriman. Keindahan sejati itu bukan diwajah dan tubuh tapi dalam keshalehahan dan akhlak yang terpuji. Engkau lah seharusnya pemilik keindahan itu. Ya, hanya engkau wahai putri islami.


Dan inilah akhir dari suratan hatiku. Mudah mudahan akhir surat ini mengakhiri pula kebimbanganmu untuk memutuskan menjadi muslimah sejati. Begitu juga menjadi akhir dari hari-hari lalumu yang penuh kejahiliyahan.


Saudariku tak ada yang terlambat untuk menjadi muslimah sejati. Buang kata kata, ” Tapi aku belum mantap, nanti keluarga ku gimana?”. Tak ada kata “nanti“ bagi pribadi yang ingin mekar mewangi. Dan tak ada kata “tapi” untuk merubah diri lebih berseri.


Saudariku…

Allah setia menanti taubatmu setiap pagi siang serta sore dan malam hari. Segeralah bertaubat sebelum mentari terbit dari barat. atau nyawa telah sampai ditenggorokan.

Sekarang katakan pada dirimu sendiri :

“AKU HARUS MENJADI MUSLIMAH SEJATI, HARUS DAN HARUS APAPUN YANG TERJADI”.
Saudariku aku sangat yakin dengan dirimu. Kau bisa mewujudkan cita cita mulia itu. PERCAYALAH..!!!

Dari saudaramu yang cemburu karena Allah atas harga diri saudaranya yang dinodai.

Dikutip dari : Berbagai sumber

0 komentar

Posting Komentar