Kamis, 29 Desember 2011

Pasukan Gabungan Amerika Bersiap Untuk Menyerang Iran



Kepala Staf Gabungan angkatan Bersenjata AS Jenderal Martin Dempsey (foto) menyatakan militer AS siap melancarkan serangan militer terhadap Iran jika diperlukan.
.
 "Kami mengkaji berbagai pilihan. Saya puas jika pilihan yang dikaji berkembang menuju kesimpulan bahwa mereka akan dieksekusi," katanya dalam sebuah wawancara dengan media AS di Afghanistan.
.
 Peringatan itu disampaikan sebagai reaksi atas statemen Menteri Pertahanan AS Leon Panetta di Institusi Brookings yang mengakui ketidakmampuan AS menyerang Iran, sekaligus memperingatkan Israel untuk mengurungkan niatnya.
.
 "Segala bentuk aksi militer anti-Iran akan berdampak sangat buruk terhadap perekonomian global," kata Panetta. Panetta juga menekankan represi politik dan sanksi terhadap Iran daripada serangan militer. Dikatakannya bahwa serangan militer ke Iran bukan hanya merugikan perekonomian Amerika Serikat saja melainkan berdampak sangat buruk terhadap perekonomian global.
.

 Sebelumnya, Panetta mengakui bahwa serangan terhadap fasilitas nuklir Republik Islam Iran akan sangat berbahaya bagi Amerika Serikat, dan Washington harus mengindari opsi tersebut. Pernyataan Panetta itu mengemuka setelah Presiden Israel, Shimon Peres gencar menyebarkan klaim soal menguatnya kemungkinan serangan militer ke Iran.
.
 Dempsey diam-diam di balik layar tengah mempersiapkan serangan terhadap Tehran, The Daily Telegraph melaporkan. "Kekhawatiran terbesar saya mengenai kemungkinan salah perhitungan. Setiap kesalahan kalkulasi akan menyeret kita ke dalam konflik, dan itu akan menjadi tragedi bagi kawasan dan dunia," ungkapnya.
.
 Dempsey juga mengakui bahwa Amerika Serikat bekerja sama dengan Israel dalam mengumpulkan informasi intelijen tentang Iran. Namun, ia menolak untuk mengatakan apakah militer AS mengumpulkan informasi tentang Iran melalui pesawat pengintai. Pada 4 Desember lalu, Angkatan Darat Iran berhasil membawa turun pesawat siluman RQ-170 dengan kerusakan minimum yang telah menyeberang ke wilayah udara Iran dari perbatasan Afghanistan.
.
 Washington dan Tel Aviv berulang kali mengancam Tehran dengan opsi serangan militer yang didasarkan pada dugaan bahwa program nuklir Iran mengarah pada militer rahasia. Tehran membantah tuduhan itu, dan menegaskan bahwa Iran sebagai penandatangan traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan anggota dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) berhak mengembangkan dan memperoleh teknologi nuklir untuk tujuan damai.

0 komentar

Posting Komentar