Jumat, 07 Desember 2012

Putera Penghianat Hamas

Sebulan setelah kematian petinggi Hamas, Mahmud al - Mabhuh, Dibunuh agen Mossad dalam kamar hotelnya di Dubai , Uni Emirat Arab, Hamas diterpa kabar tidak sedap . Mosab Hassan Yousef membuat pengakuan sungguh mengejutkan . Ia mengungkapkan pernah menjadi agen Shin beth ( dinas rahasia dalam negeri Israel) selama satu dekade.

Bukan sekadar rahasia itu yang menghebohkan . Statusnya sebagai putra Syekh Hassan Yusuf , tokoh senior Hamas di Tepi Barat , membuat cerita itu makin mengguncangkan . Mosab membeberkan ceritanya sebagai pengkhianat itu dalam bukunya berjudul Son of Hamas diterbitkan di Amerika Serikat awal Maret 2010 . Di kalangan mata- mata Israel , ia dikenal dengan nama samaran 'Pangeran Hijau '. Lantaran informasi dari Mosab , negara Zionis itu mampu membunuh sejumlah tokoh pejuang Palestina .

Shin beth berhasil pula menahan lusinan di antaranya dan menggagalkan banyak rencana bom bunuh diri, termasuk yang sasarannya Shimon Peres pada 2001 . Mossab bergabung di sana pada 1997 - 2007 . Menurut Mosab , misi rahasia paling penting ia kerjakan selama bergabung di Shin Beth adalah penangkapan 30 pimpinan rahasia Hamas di Tepi Barat , termasuk Ibrahim Hamid dan Marwan Barghuti . Mereka yang mengatur keuangan dan seluruh kegiatan organisasi itu di sana.

Insiden itu berlangsung pada November 2004 . " Hamid bertanggung jawab atas kematian 80 warga Israel . Itu tugas terakhir saya di Shin Beth, " katanya Lelaki 32 tahun yang menetap di California , Amerika , sejak tiga tahun lalu ini pun mengetahui rencana penangkapan kembali ayahnya pada September 2005 . Shin Beth memberitahukan dia itulah satu - satunya cara menyelamatkan Syekh Hassan Yusuf .

Hingga kini , tokoh moderat Hamas itu masih dipenjara . Sejatinya , itu bukan kejutan pertama dari Mosab . Pada tahun 2007 , Mosab pindah ke California , Amerika Serikat. Dua tahun lalu , ia mengumumkan murtad dari Islam lalu memeluk Kristen . Namanya berganti Joseph . Tapi pengakuan Mosab pernah menjadi anggota Shin Beth telah membuat Syekh Hassan Yusuf meradang . Lewat suratnya dari penjara , ia mengumumkan tidak mengakui lagi Mosab sebagai anaknya .

Mosab memiliki lima saudara lelaki dan dua saudara perempuan . Ia besar di Ramallah , Tepi Barat , sekitar sepuluh kilometer dari Yerusalem. Mosab tidak terlalu reaktif menanggapi talak itu. Ia bahkan menuding Hamas telah memaksa ayahnya melakukan hal itu . " Ini membuat saya berjuang lebih bersemangat melawan Tuhan mereka dan gerakannya ( Hamas) .

Saya menyayangi ayah saya , namun gerakannya ( Hamas) arogan dan iblis , " ujarnya . Sejatinya , pengkhianatan dilakukan Mosab bukan hal baru. Pada 1998 , sebanyak 80 orang menjadi informan Israel dipindahkan ke Sderot lantaran nyawa mereka dan keluarganya terancam . Kota itu hanya satu kilometer dari perbatasan Jalur Gaza.

Musab ditangkap pasukan Zionis setelah ia membeli senjata untuk Hamas. Ia dijebloskan ke penjara tahun 1996 . Di dalam penjara itulah Musab berubah menjadi pembenci Hamas.

Setelah itu , Musab menjadi agen rahasia untuk dinas intelijen Zionis , Shin Bet. Secara rutin dia berusaha menjaring warga Palestina dari berbagai kelompok – termasuk yang mendekam di penjara Israel - untuk bekerja menjadi informan Zionis dengan cara memeras mereka atau mengiming - imingi targetnya dengan uang dan pekerjaan, serta izin perjalanan .

Uang memang bisa mengubah segalanya , termasuk iman dan rasa cinta terhadap tanah air.

Sumber : Atjeh Cyber

Kamis, 06 Desember 2012

Hasan Al-Bashri dengan Tetangganya

Hasan al-Bashri tinggal satu atap dengan tetangganya yang Nasrani, ia kebagian lantai atas, pada saat Nasrani itu tinggal di lantai dua itu dia membuat kamar mandi atau toilet, pada saat itu, tiap kali Nasrani dan keluarganya kencing, air seninya selalu menetes ke rumah Hasan Bashri dan ditadahi menggunakan mangkuk sampai penuh.

suatu kali Hasan Bashri sakit, dan dijeng uk tetangganya, melihat tetesan dari atap rumahnya ia bertanya pada Hasan Al Bashri.

“apa tetesan itu wahai Hasan?” tanya Nasrani itu.
“itu rembesan air seni dari kamar mandimu wahai tetanggaku” jawab Hasan lemah.
“sudah berapa lama kau menadahi air seni itu sampai hari ini?”tanya Nasrani itu.
“sejak dua puluh tahun yang lalu tetanggaku” jawab Hasan,
” kenapa tidak kau laporkan aku?” tanya Nasrani itu dengan mengiba, merasa telah mendzalimi tetangganya itu berpuluh-puluh tahun.
“karena aku ingat sabda nabi, barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka muliakanlah tetangganya,dan engkau adalah tetanggaku, makanya dengan begini aku berusaha memuliakanmu, tetanggaku” jawab Hasan.

mendengar jawaban itu Nasrani itu meneteskan air mata, menangis, dan masuk islam atas kesadarannya melihat keindahan dan cinta dalam islam. ALLAHU AKBAR!!! Subhanallah……!!

Senin, 13 Agustus 2012

Kisah Ashaabul Ukhdud

Di zaman Bani Israil, jauh sepeninggal Nabi Musa 'alaihissalam, di saat Bani Israil semakin jauh dari masa nubuwah dan tuntunan Nabi mereka, bergelimang kemaksiatan dan kekafiran, Allah Subhanahu wa Ta'ala kuasakan atas diri mereka orang-orang yang zhalim dan bengis tidak berperikemanusiaan.
Al-Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya, pada Kitab Az-Zuhd war Raqa`iq, bab Qishshah Ashhabil Ukhdud (no. 3005),
dari Shuhaib bin Sinan radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya):

Pada zaman dahulu, sebelum masa kalian ada seorang raja, dia mempunyai seorang tukang sihir. Ketika tukang sihir ini sudah semakin tua, dia berkata kepada raja tersebut: “Saya sudah tua, carikan untukku seorang pemuda remaja yang akan saya ajari sihir.” Maka raja itupun mencari seorang pemuda untuk diajari ilmu sihir.

Rabu, 01 Agustus 2012

Alat legitimasi bagi Yerusalem sebagai ibukota Israel


Salah satu episode sejarah keemasan Turki saat dipimpin oleh Khalifah Sultan Abdul Hamid II di awal abad ke-20.

Saat itu Theodore Hertzl, pemimpin Gerakan Zionis Internasional, mendatangi Abdul Hamid untuk meminta agar Turki Utsmani mau membagi sebagian tanah Palestina untuk dijadikan negara Israel. Permintaan Hertzl ini disertai dengan bujuk rayu dan janji, jika keinginannya dituruti maka Turki dan juga Sultan Abdul Hamid II akan diberi hadiah sangat besar oleh gerakan Zionis Internasional.

Namun dengan sikap tegas Abdul Hamid mengusir Hertzl seraya berkata, “Turki tidak akan pernah sekali pun menyerahkan Tanah Palestina kepada kamu hai orang-orang Yahudi. Tanah Palestina bukanlah milik Turki, melainkan milik seluruh umat Islam dunia. Jangan bermimpi bisa menginjak Tanah Palestina selama saya masih hidup!”

Sebaliknya kerajaan dinasti Saudi didirikan karena tidak mengklaim Palestina atau dengan kata lain didirikan karena “menyerahkan” Palestina kepada kaum yang dimurkai oleh Allah Azza wa Jalla yakni kaum Zionis Yahudi

Selasa, 31 Juli 2012

Kisah Wanita Yang Selalu Berbicara Dengan Bahasa Al-Qur’an

Berkata Abdullah bin Mubarak Rahimahullahu Ta’ala :
 
Saya berangkat menunaikan Haji ke Baitullah Al-Haram, lalu berziarah ke
makam Rasulullah sallAllahu ‘alayhi wasallam. Ketika saya berada disuatu
sudut jalan, tiba-tiba saya melihat sesosok tubuh berpakaian yang dibuat
dari bulu. Ia adalah seorang ibu yang sudah tua. Saya berhenti sejenak
seraya mengucapkan salam untuknya. Terjadilah dialog dengannya beberapa
saat.

Dalam dialog tersebut wanita tua itu , setiap kali menjawab pertanyaan
Abdulah bin Mubarak, dijawab dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an.
Walaupun jawabannya tidak tepat sekali, akan tetapi cukup memuaskan, karena
tidak terlepas dari konteks pertanyaan yang diajukan kepadanya.

Abdullah : “Assalamu’alaikum warahma wabarakaatuh. “
Wanita tua : “Salaamun qoulan min robbi rohiim.” (QS. Yaasin : 58) (artinya
: “Salam sebagai ucapan dari Tuhan Maha Kasih”)

Mengenang Akhlak Nabi Suci Kita : Muhammad SAW

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim

Setelah Nabi wafat, seketika itu pula kota Madinah hingar bingar dengan tangisan ummat Islam; antara percaya dan tidak, Rasul yang mulia telah meninggalkan para sahabat. Beberapa waktu kemudian, seorang arab badui menemui Umar dan dia meminta, “Ceritakan padaku akhlak Muhammad.” Umar menangis mendengar permintaan itu. Ia tak sanggup berkata apa-apa. Ia menyuruh Arab badui tersebut menemui Bilal. Setelah ditemui dan diajukan permintaan yang sama, Bilal pun menangis, ia tak sanggup menceritakan apapun. Bilal hanya dapat menyuruh orang tersebut menjumpai Ali bin Abi Thalib.

Orang Badui ini mulai heran. Bukankah Umar merupakan seorang sahabat senior Nabi, begitu pula Bilal, bukankah ia merupakan sahabat setia Nabi. Mengapa mereka tak sanggup menceritakan akhlak Muhammad. Dengan berharap-harap cemas, Badui ini menemui Ali. Ali dengan linangan air mata berkata : “ Ceritakan padaku keindahan dunia ini!” Badui ini menjawab, “Bagaimana mungkin aku dapat menceritakan segala keindahan dunia ini…” Ali menjawab, “ Engkau tak sanggup menceritakan keindahan dunia ini, padahal Allah telah berfirman bahwa sungguh dunia ini kecil dan hanyalah senda gurau belaka, lalu bagaimana aku dapat melukiskan akhlak Muhammad, sedangkan Allah telah berfirman bahwa sungguh Muhammad memiliki budi pekerti yang agung! (QS. Al-Qalam 68: 4).”

Minggu, 29 Juli 2012

Sebagian Pendapat Imam Ahmad bin Hanbal r.a


                                        Tafwidh Ma’na bagi Nas-nas Mutasyabihat
============================
Imam Ahmad bin Hanbal r.a. mengikut manhaj majoritas Salaf yang menyerahkan makna nas-nas mutasyabihat kepada Allah s.w.t. tanpa memahaminya dengan makna dhahir atau dengan maknanya dari sudut bahasa.
Imam Ibn Qudamah meriwayatkan perkataan Imam Ahmad bin Hanbal r.a. yang berkata:

نؤمن بها ونصدق بها لا كيف ولا معنى،
Artinya: “Kami beriman dengannya (ayat nuzul dan sebagainya) dan membenarkannya dengan tanpa kaif dan tanpa makna...” [Lam’atul I’tiqad m/s 9]
Dr. Yusuf Al-Qaradhawi menjadikan perkataan ini sebagai dalil Tafwidh para ulama’ salaf dalam buku beliau Fusulun Fi Al-Aqidah(m/s: 68). Tafwidh berarti, menyerahkan makna sebenarnya  lafad kepada Allah s.w.t., karena sesuatu lafaz tersebut tidak difahami dengan maknanya dari sudut bahasa.

Rumah Tempat Kelahiran Rasulullah Dipenuhi Coretan

Beberapa jamaah haji hanya geleng-geleng kepala saat melihat rumah yang diceritakan sebagai tempat kelahiran nabi. Mereka menyayangkan tidak adanya perawatan dan perhatian dari pemerintah sebagai situs sejarah. Pemerintah Arab Saudi sengaja membiarkan rumah ini dan tetap menjadi perpustakaan yang selalu terkunci karena pemerintah Arab khawatir jika rumah ini dibangun rapi akan dijadikan tempat syirik oleh jamaah haji yang tidak mengerti masalah tauhid.
—————————————————————–
    Rumah Tempat Kelahiran Rasulullah Dipenuhi Coretan
    Muhammad Nur Hayid – detikNews
    Jumat, 28/11/2008 07:46 WIB
    (Laporan dari Arab Saudi)
Makkah – Rumah yang berukuran sekitar 10X18 meter ini merupakan bangunan terjelek yang ada di sekitar Masjidil Haram. Rumah yang diceritakan sebagai tempat Rasulullah SAW dilahirkan ini tidak dirawat layaknya situs bersejarah yang ada di Indonesia.

Kamis, 19 Juli 2012

Bantahan atas pencela aqidah kaum asy'ariyah


الحمد لله، والصلاة والصلام على مصطفاه، وآله وصحبه ومن والاه، أما بعد:
Beberapa bantahan bagi yang mencela aqidah kaum ays'ariyah:
Pertama: bahwa mereka itu adalah ulama yang membawa dan menuqilkan syariat pada bidangnya dari para pendahulunya, hal ini[MENCELA]  tidak di katakan kecuali oleh orang bodoh. mereka termasuk ulama pembawa agama yang di bersihkan sebagaimana dalam hadis sayidina usamah bin zaid RA dati Nabi SAW,sungguh beliau berkata:
: «يحمل هذا العلم من كل خلف عدوله: ينفون عنه تحريف الغالين، وانتحال المبطلين، وتأويل الجاهلين»

Rabu, 18 Juli 2012

Tingkatan Zuhud

Harun al-Rasyid memuji Fudhail ibn ‘Iyadh, “Betapa engkau orang yang sangat zuhud.”

“Engkau lebih zuhud ketimbang diriku,” kata Fudhail ibn ‘Iyadh.

“Aku bersikap zuhud karena harta yang kupunya tak lebih daripada seukuran sayap nyamuk,” Fudhail ibn ‘Iyadh melanjutkan. “Aku bersikap zuhud pada urusan dunia yang fana ini. Sedangkan engkau telah melampaui diriku. Engkau bersikap zuhud pada urusan akhirat yang abadi.”

“Orang yang mampu bersikap zuhud dalam kondisi banyak harta lebih utama ketimbang orang yang bersikap zuhud dalam kondisi tak berpunya. Engkau lebih zuhud ketimbang diriku, wahai Amirul Mukminin.”[1]
  • Kekayaan dan kemiskinan sama-sama bisa menjadi hamba dan engkau tuannya, sama- sama bisa menjadi tuan dan engkau hambanya.

[1] (dari Yuhka ‘An, 216 Qishah Tajma’ al-Hikmah wa al-Tayswiq wa al-Ta’lim karya Dr Anwar Wardah, hal. 90)

Anjing juga demikian

Ibrahim ibn Adham bertanya kepada Syaqiq al-Balkhi, “Kondisi seperti apa yang bisa kau ceritakan kepadaku?”

Syaqiq al-Balkhi menjawab, “Kondisiku, jika ada rezeki, aku akan menikmatinya. Jika tidak ada, aku akan bersabar.”

“Anjing piaraan juga melakukan itu. Jika diberi makanan, dia akan makan. Jika tidak ada makanan, dia menunggu dengan sabar,” kata Ibrahim ibn Adham.

“Lalu, seharusnya bagaimana? Bagaimana denganmu?” tanya Syafiq al-Balkhi.

Ibrahim ibn Adham menjawab, “Jika ada rezeki, aku akan berbagi. Jika tidak ada, aku akan tetap bersyukur.” [1]

[1] (dari Yuhka ‘An, 216 Qishah Tajma’ al-Hikmah wa al-Tayswiq wa al-Ta’lim karya Dr Anwar Wardah, hal. 172)

Disadur dari : Warung Nalar

Ilmu Kalam, Definisi dan Objek Pembahasan

Imam al-Habib Abdullah bin 'Alawi al-Haddad (r) berkata: Jika Anda melihat ke dalam bagian-bagian yang berkaitan dengan Iman (Aqidah) DGN FEMAHAMAN YANG BAIK DARI Kitab dan Sunnah dan perkataan para pendahulu yang saleh (salafus Saleh), Anda akan tahu DENGAN pasti bahwa kebenaran ada DALAM  MADHAB AsY'ARIYAH,YANG DI SUSUN OLEH Syaikh Abul Hasan Al Ashari semoga Allah MENGUCURKAN rahmat kepadanya, DENGAN KONSEP YANG sistematis DAN MENJADI dasar-dasar akidah orang- orang YANG BERPEGANG KEPADA kebenaran (Ahlul Haqq), dan SESUAI DGN AQIDAH versi ULAMA2 sebelumnya, YAITU AQIDAH para sahabat dan MERUPAKAN AQIDAH YG DI sepakati.



Imam Al Haddad mengatakan :membutuhkan pemahaman yang baik untuk melihat bagaimana Aqidah AsY'ari tidak menyimpang dari sumber QURAN HADITS,DENGAN KONSEP YANG membutuhkan penalaran DENGAN mencari di luar aspek-aspek superfisial (yaitu Quran, Sunnah dan jalan orang Saleh salafus.).DAN Yang meNGANGGAP sebaliknya, DI KARENAKAN kebanyakan dari HUJAH AsYari dalam Aqidah tidak mengandung banyak kutipan dari Quran dan Sunnah, KARENA sebagian besar ulama AsYari yang di SEBUT (mutaklimeen),berbicara dengan bahasa ILMU KALAM ETC. INILAH DI ANTARA beberapa hal yang saya dengar yang membuat orang percaya bahwa MADHAB Ashari tidak didasarkan pada sumber-sumber transmisi ALQURAN AS SUNAH.

Mengingkari lafadh niat

Imam ibnu qoyim menolak melafadkan niat sebelum shalat secara mutlak dalam kitabnya zaadul maad 1/51:


:"كان صلى الله عليه وسلم إذا قام إلى الصلاة قال : (الله أكبر) ، ولم يقل شيئا قبلها، ولا يلفظ بالنية ألبتة! ولا قال: (أصلي لله صلاة كذا مستقبل القبلة أربع ركعات إماما أو مأموما) ولا قال: (أداء ولا قضاء ولا فرض الوقت).

; Nabi SAW ketika beliau berdiri untuk shalat,beliau langsung berkata allahu akbar,dan tidak mengucapkan/melafadkan apa apa sebelaumnya, tidak melafalkan niat sedikitpun, dan tidak mengucapkan :Ushalli Lillah [Aku shalat karena Allah] Jenis shalat [Zhuhur, Ashar, ba'diyah, qobliyah,Menghadap qiblat, Empat raka’at, Sebagai imam,Sebagai makmum, Tepat waktunya...


وهذه عشرة بدع لم ينقل عنه أحد قط بإسناد صحيح ، ولاضعيف ، ولامسند ، ولامرسل -لفظ واحدة منها ألبتة! بل ولا عن واحد من أصحابه ، ولا استحسنه أحد من التابعين ، ولا الأئمة الأربعة"انتهى.


dan inilah sepuluh bid’ah, yang tidak diriwayatkan walau oleh seorang saja, tidak dengan isnad shahih, tidak pula dho’if (lemah), tidak pula berstatus musnad, tidak pula mursal, walaupun satu lafadz saja, tidak pula dari seorang pun shahabat, dan yang mengikuti mereka dengan baik, dari kalangan tabi’in, dan tidak pula imam yang empat [Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi'i, dan Imam Ahmad -pent].

Selasa, 17 Juli 2012

Hasutan Agar tidak Mentaati Sunnah Rasulullah

Contoh kesalahpahaman atau hasutan agar tidak mentaati sunnah Rasulullah

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda “Dan sesungguhnya ummat ini akan terpecah menjadi 73 firqoh, 72 di antaranya di neraka dan hanya satu yang di surga yaitu al- Jama’ah”. (H.R. Abu Dawud)

Firqatun najiyah (kelompok yang selamat) adalah yang mengikuti al Jama’ah

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“إِنَّ اللهَ لَا يُجْمِعُ أُمَّةِ عَلَى ضَلَالَةٍ وَيَدُ اللهِ مَعَ الجَمَاعَةِ وَمَنْ شَذَّ شَذَّ إِلَى النَّارِ”

“Sesungguhnya Allah tidak menghimpun ummatku diatas kesesatan. Dan tangan Allah bersama jama’ah. Barangsiapa yang menyelewengkan,
maka ia menyeleweng ke neraka“. (HR. Tirmidzi: 2168).

Dinasti Saudi yang membuktikan syahadat

Sepanjang riwayat penguasa dinasti Saudi, Raja Faisal bin Abdul Azis sajalah yang telah membuktikan syahadatnya dengan menjauhi laranganNya, dengan tidak menjadikan Amerika yang merupakan representatif kaum Zionis Yahudi sebagai teman kepercayaan, penasehat, ataupun sebagai pelindung.

Setelah resolusi PBB mengenai pemecahan Palestina dan pendirian Israel, Pangeran Faisal (masih belum menjadi raja) mendesak ayahandanya supaya memutuskan hubungan dengan Amerika Serikat, tetapi desakannya itu ditolak.

Selepas skandal keuangan Raja Saud, Pangeran Faisal dilantik menjadi pemerintah sementara. Pada tanggal 2 November 1964, ia dilantik menjadi raja setelah Raja Saud di usir keluar dari Arab Saudi ke Yunani.

Raja Faisal melakukan banyak reformasi sewaktu menjadi raja, diantaranya adalah memperbolehkan anak-anak perempuan bersekolah, televisi, dan sebagainya. Usahanya ini mendapat tentangan dari berbagai pihak karena perkara-perkara
ini dianggap bertentangan dengan Islam. Ia berasa amat kecewa saat Israel memenangkan Perang Enam Hari pada tahun 1967.

Selasa, 05 Juni 2012

Dalil Legalitas Takwil Dan Tafwid Makna

Allah s.w.t. berfirman dalam Surah Ali Imran: 7:

“Dialah yang menurunkan kepadamu (Muhammad) Al-Kitab (Al-Qur'an), daripadanya ada  ayat-ayat yang muhkamat (jelas maknanya) dan selainnya merupakan ayat-ayat mutasyabihat (samar maknanya) Adapun orang-orang yang ada dalam hati mereka kecenderungan ke arah kesesatan, maka mereka selalu mengikuti apa yang samar-samar (mutasyabihat) dari Al-Qur’an untuk mencari fitnah (dengan memahaminya dari sudut yang samar tersebut) dan mencari-cari ta'wil (memutarkan maksudnya menurut yang disukainya). Sesungguhnya tiada yang mengetahui ta'wilnya kecuali Allah, Dan orang-orang yang mendalam ilmu mereka... ” (Ali Imran: 7)

Menyingkap kedustaan Wahabi terhadap Imam Sya'fi'i

Wahabi mengklaim bahwa Imam Syafi'i RA berkata: '' perkataan tentang AS-sunah yg aku pegang dan aku mElIhAt sAhAbAt-SAHABATku berpegang pAdanya, jUgA pegangan ahli hadis yANg aku mengambil daripadanya sEpErti Imam sufyan,Imam malik dan sElainnya yaitu iqrar bAhwA tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhamad saw utusan Allah,dan sesungguhnya Allah taala diatas arasny, di atas langitnya,DIA mendekat pAdA hambanya sEkehendaknya dan sesungguhnya Allah tUrun ke langIt pertama sEkEhEndAknya -Imam Syafi'i red.


BANTAHAN : kEnApa mErEka mengambil hal aqidah dENgAn ucApAn ROWI pemalsu dan pendusta ??? dan mereka mengkritik kEpAda g0l0ngan lain kArEna mengambil hadis doif dAlAm hal yANg DIPERBOLEHKAN yaitu mAsAAlh fadLo'il amal ???

Sifat ilahiyah yang dimiliki oleh Ibnu Taimiyah menurut murid-muridnyanya


sebagai pembukaan , Ana ambil artikel ini dari blog salafy:



Hukum Orang yang Mengaku Mengetahui Hal-hal Ghaib


Pertanyaan:
Apa hukum orang yang mengaku mengetahui yang ghaib ?
Jawaban:
Hukum orang yang mengaku mengetahui ilmu yang ghaib adalah kafir, karena ia mendustakan Allah Subhanahu Wa Ta'ala . Dia berfirman. "Katakanlah : "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib kecuali Allah", dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan" (QS. An-Naml : 65)

Minggu, 11 Maret 2012

Valentine dan Maulid Nabi


Cerita...........

“When love beckons to you, follow him,
Though his ways are hard and steep.”
[Kahlil Gibran]

“Cinta derita segalanya. Pencinta yang paling menderita ialah mereka yang mencinta tanpa angan dan harapan.”
[Mushthafa Luthfi al-Manfaluthi]

…… Aku bukan pujangga. Tapi jiwa seolah menyodokku untuk segera menekan tuts-tuts labtop ini. Demi panggilan “cinta” aku ingin segera menuntaskan segala. Akan kulukis getaran jiwa dan gelombang pikirku dalam bingkai kata-kata. Ataukah dua festival cinta ini telah menggaung di relungku? Entahlah! ……
–intermezo–

Membincang Valentine bagiku sama saja mengingatkan pada peristiwa-peristiwa dulu yang kualami di masa sekolah—dengan sedikit mengecualikan masa sekolah dasar karena aku masih kosong soal cinta. Aku terbayang antusiasme guru-guruku di SMPI maupun MA membendung gejolak cinta dan kasmaran yang lagi mendera siswa mereka. Mendekati

Minggu, 19 Februari 2012

Kisah Bijak Para Sufi: Warisan


Konon ada seorang laki-laki meninggal di tempat yang jauh dari rumahnya. Sebelum meninggal, ia mengucapkan wasiatnya, "Biarlah masyarakat di tanah di mana hartaku berada, mengambil bagi mereka bagian yang mereka inginkan. Dan biarlah mereka memberikan bagian yang mereka inginkan kepada Arif Si Rendah Hati."

Saat itu, Arif masih muda belia dan tidak memiliki pengaruh yang berarti di dalam masyarakat tersebut. Para tua-tua mengambil apa saja yang berharga yang bisa diambil, dan menyisakan bagi Arif barang-barang tidak berharga, yang tidak diinginkan siapa pun.

Bertahun-tahun kemudian, Arif, yang bertumbuh dalam kekuatan dan hikmat, pergi menemui para tua-tua itu untuk menuntut hak warisannya. "Engkau mendapat barang-barang tidak berharga itu, sebab memang demikianlah isi wasiat tersebut," kata para tua-tua. Mereka tidak merasa telah merampas sesuatu pun, sebab mereka dibenarkan untuk mengambil apa saja yang mereka sukai.

Selasa, 07 Februari 2012

Dialog Al Albani Vs Al Buthi


Dialog  Syaikh Al-Buthi dan Syaikh Al-Albani
Assalamu’allaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh


Dewasa ini perkembangan ilmu hadits di dunia akademis mencapai fase yang cukup signifikan. Hal ini ditandai dengan banyaknya kajian-kajian ilmu hadits dari kalangan ulama dan para pakar yang hampir menyentuh terhadap seluruh cabang ilmu hadits seperti kritik matan, kritik sanad, takhrij al-hadits dan lain sebagainya. Kitab-kitab hadits klasik yang selama ini terkubur dalam bentuk manuskrip dan tersimpan rapi di rak-rak perpustakaan dunia kini sudah cukup banyak mewarnai dunia penerbitan.


Namun sayang sekali, dibalik perkembangan ilmu hadits ini, ada pula kelompok-kelompok tertentu yang berupaya menghancurkan ilmu hadits dari dalam. Di antara kelompok tersebut, adalah kalangan Mereka yang Meremehkan Amalan Dari Hadits Dlo,ifdalam konteks fadhail al-a’mal,  manaqib dan sejarah, yang dikomandani oleh Muhammad Nashiruddin al-Albani, tokoh Wahhabi dari Yordania, dan murid-muridnya. Baik murid-

Wahabi Mengubah Kitab Tafsir Hasyiah As-Showi


Sumber Kitab Tafsir Hasyiah As-Showi ‘Ala Tafsir Al-Jalalain Juz 3 QS. Fathir: 7 hal. 78 Penerbit: Darr Ihya at-Turats Al-Arabi Cetakan pertama tahun 1419 H atau hal. 379 Penerbit: Al-Haramain.


Di dalam tafsir tersebut jelas tertulis kalimat seperti ini:

هذه الاية تزلة فى الخوارج الذين يحرفون تأويل الكتاب والسنة, ويستحلون بذالك دماء المسلمين واموالهم, لما هو مشاهد ألان فى نظائرهم وهم فرقة بأرض حجاز يقال لهم الوهابية يحسبون انهم على شيئ ألا انهم هم الكاذبون, استحوذلهم الشيطان, فأنساهم ذكر الله, أولئك حزب الشيطان, ألا ان حزب الشيطان هم الخاسرون, نسأل الله الكريم أن يقطع دابرهم.

DALIL BERTABARRUK [MENCARI BERKAH]




Kitab Hadits Shahih Muslim Karya Imam Muslim bin al Hajjaj (Imam Ahli hadits), dengan syarahnya karya Imam Yahya bin Syaraf an Nawawi, juz. 14 penerbit Darr Al-Fikr tahun 1983 M / 1403 H. Hal. 43-44

Senin, 06 Februari 2012

"Cangkir yang Cantik"


Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. "Lihat cangkir itu," kata si nenek kepada suaminya. "Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat," ujar si kakek.


Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara "Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.

Minggu, 05 Februari 2012

Mereka terhasut dari potongan perkataan ulama yang sholeh


Mereka adalah hasil pengajaran para ulama korban hasutan atau ghazwul fikri (perang pemahaman) dari kaum Zionis Yahudi.

Mereka merasa telah mengikuti pemahaman Salafush Sholeh namun kenyataannya mereka tidak lebih dari mengikuti pemahaman ulama-ulama yang mengaku-aku mengikuti pemahaman Salafush Sholeh namun tidak bertalaqqi (mengaji) dengan Salafush Sholeh,
Mereka terhasut untuk meninggalkan pemahaman Imam Mazhab yang empat.

Imam Mazhab yang empat telah disepakati oleh jumhur ulama sejak dahulu sampai sekarang sebagai pemimpin atau imam ijtihad kaum muslim (Imam Mujtahid Mutlak)

Kamis, 26 Januari 2012

Dimensi Jiwa

Dimensi Jiwa Manusia Dalam Perspektif Islam
Dalam panggung sejarah manusia, pernah hidup dua orang saudara kandung. Awalnya perjalanan hidup keduanya diwarnai keharmonisan dan saling pengertian. Kondisi seperti ini berubah ketika keduanya mencapai usia berkeluarga.

Sang ayah memerintahkan si kakak agar menikah dengan saudari kembar adiknya, sementara adiknya dijodohkan dengan saudari kembarnya. Pada titik ini nafsu buruk mulai mencuat dan berperan. Tidak seperti adiknya, si kakak menolak perintah, lantaran pilihan sang ayah tak cocok dengan harapannya. Kemudian sang ayah memerintahkan keduanya untuk berkorban. Si kakak yang petani menyiapkan hasil tanamannya yang jelek . sebaliknya adiknya yang peternak memilih yang terbaik diantara hewan peliharaanya. Tentu saja kurban yang baik secara kualitas dan kuantitaslah yang diterima Allah. Rasa iripun menguasai si kakak, lantas ia mengancam untuk membunuhnya adiknya. Lantaran rasa takutnya kepada Allah, adiknya tak mau meladeni dan membalas ancaman tersebut meskipun ia lebih perkasa. Akhirnya, tumpahlah darah manusia untuk pertama kalinya. Dibunuhlah sang adiknya, sekalipun setelah itu sang kakak merasakan penyesalan yang amat dalam.

Pujian bagi Rasulullah

Kesalahpahaman tentang hadits, “Jangan puji aku secara berlebihan”
Saya sependapat bahwa pujian bagi Rasulullah saw tidak ada batasnya asalkan tidak  menjadikan Beliau sebagai anak Tuhan sebagaimana kesesatan umat Nashrani.
Pujian bagi Rasulullah tidak ada batas, berapapun pujian yang dihaturkan manusia maka Allah ta’ala akan membalas sepuluh kali

Dari Abdurrahman Bin Auf RA berkata : Aku telah melihat Nabi SAW bersujud sekali yang lama, kemudian beliau mengangkat kepala beliau, maka aku bertanya kepada beliau tentang hal tersebut maka beliau menjawab “Sesungguhnya jibril AS menemuiku dan berkata : Sesungguhnya barang siapa yang bersholawat atasmu Muhammad maka Allah bersholawat atasnya, dan barang siapa yang bersalam atasmu, maka Allah bersalam keatasnya, Nabi bersabda : Berapakah jumlahnya, Jibrill menjawab : sepuluh, maka nabi melanjutkan bersabda “Maka aku bersujud kepada Allah Azza Wajalla sebagai rasa Syukur (Sujud syukur)” (Dikeluarkan dari Ibn Abi ‘Ashim dan ismail)

Sabtu, 21 Januari 2012

Mencium Tangan Orang Tua atau Orang Alim

Perlu diketahui bahwa mencium tangan orang yang saleh, penguasa yang bertakwa dan orang kaya yang saleh adalah perkara mustahabb (sunnah) yang disukai Allah. Hal ini berdasarkan hadits-hadits Rasulullah dan dan atsar para sahabat, yang akan kita sebutkan berikut ini.

Di antaranya, hadits riwayat al-Imam at-Tirmidzi dan lainnya, bahwa ada dua orang Yahudi bersepakat menghadap Rasulullah. Salah seorang dari mereka berkata: “Mari kita pergi menghadap -orang yang mengaku- Nabi ini untuk menanyainya tentang sembilan ayat yang Allah turunkan kepada Nabi Musa”. Tujuan kedua orang Yahudi ini adalah hendak mencari kelemahan Rasulullah, karena beliau adalah seorang yang Ummi (tidak membaca dan tidak menulis). Mereka menganggap bahwa Rasulullah tidak mengetahui tentang sembilan ayat tersebut. Ketika mereka sampai di hadapan Rasulullah dan menanyakan prihal sembilan ayat yang diturunkan kepada Nabi Musa tersebut, maka Rasulullah menjelaskan kepada keduanya secara rinci tidak kurang suatu apapun. Kedua orang Yahudi ini sangat terkejut dan terkagum-kagum dengan penjelasan Rasulullah. Keduanya orang Yahudi ini kemudian langsung mencium kedua tangan Rasulullah dan kakinya. Al-Imam at-Tarmidzi berkata bahwa kulitas hadits ini Hasan Shahih#.
 

Ebook MASA-IL DINIYYAH, gratis 100%, Mohon Disebarkan... HALAL

الدُّرَرُ السَّنِيَّة
فِي بَيَانِ الْمَقَالاَتِ السُّنِّيَّة

Mutiara Berharga Dalam Penjelasan
Makalah-makalah Ahlussunnah

Judul                               : MASA-IL DINIYYAH
Penyusun                       : Kholil Abou Fateh
Tahun                             : 2011
Kompilasi Ebook oleh   : M. Luqman Firmansyah

“Ebook ini didedikasikan bagi para pejuang ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah untuk memberantas ajaran Wahabi dan faham-faham menyesatkan lainnya. Halal untuk diperbanyak dengan cara apapun dengan tanpa merubah sedikitpun kandungan dimaksud”.

DOWNLOAD EBOOK: (Ada 2 jenis file, yaitu file EXE dan file PDF)
1.File EXE (harus dibuka lewat komputer / laptop)
berikut link downloadnya:

Sayyidah Nafisah; Wali Allah Dari Kaum Perempuan

SAYYIDAH  NAFISAH

Beliau adalah  Nafisah putri al Hasan al Anwar ibn Zaid al Ablaj ibn al Hasan ibn Ali karramallahu wajhah. Ibunda beliau adalah seorang ummu walad (budak yang dinikahi tuannya) seperti halnya Hajar ibunda Nabi Ismail.

Beliau tumbuh dalam keluarga yang mendidiknya menjadi seorang yang alim, wara', dan ahli ibadah.Hari-harinya di isi dengan puasa pada siang hari dan bangun malam untuk beribadah, sehingga Allah memulyakannya dengan beberapa karamah.

KELAHIRANNYA

Sudah menjadi suatu kebiasaan bagi ayah sayyidah Nafisah untuk duduk di Masjidil Haram guna memberi pelajaran agama dan ilmu al quran kepada manusia.

Kemudian suatu hari datng kepada beliau salah seorang budak membawa berita kelahiran putrinya, seraya berkata: Berbahagialah engkau tuan!malam ini telah lahir putrimu yang cantik jelita yang tiada duanya.Ketika mendengar hal itu, beliau sangat senang dan bersujud kepada Allah sebagai rasa syukur atas terkabulkannya doa beliau serta memberikan hadiah yang banyak kepada budak tersebut seraya berkata: katakan kepada keluarga agar menamainya NAFISAH semoga ia menjadi pribadi yang baik dan suci.

Perbedaan antara Ibn al Jawzi dan Ibn Qayyim al Jawziyyah

Ingat; beda antara Ibn al Jawzi dan Ibn Qayyim al Jawziyyah, yang pertama ulama besar terkemuka sementara yang kedua seorang yang sesat berakidah tasybih (menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya)
- 1- Ibn al Jawzi, bernama Jamaluddin Abu al Faraj Abdurrahman bin Ali bin Muhammad bin Ali al Qurasyi al Baghdadi, dikenal dengan sebutan Ibn al Jawzi; al imam al hafizh al mufassir al ushuliyy al mutakallim. Salah seorang ulama Ahlussunnah terkemuka multidisipliner; ahli hadits (al Hafizh), ahli fiqih (al Faqih), ahli tafsir (al Mufassir), ahli teologi (al Mutakallaim), ahli sejarah (al Mu’arrikh), sufi terkemuka yang zuhud dan wara’. Lahir tahun 510 H, dan wafat pada 7 Ramadlan tahun 597 H.

Rasulullah bertasawuf


Sering ditanyakan kepada kami, “apakah Rasulullah & para Sahabat serta Imam yang Empat, Tabi’in & tabi’ut tabi’in bertasawuf?
Jawaban kami

Tahukah kita, mengapa mereka ada yang dipanggil sebagai Salafush Sholeh?
Karena mereka sholeh, baik, berakhlak baik, mereka mempersembahkan diri mereka di hadapanNya. Mereka tidak mau membela diri karena malu terhadap rububiyah-Nya dan merasa cukup dengan sifat qayyum-Nya.
Mereka yakin bahwa Allah memberi mereka sesuatu yang lebih daripada apa yang mereka berikan untuk diri mereka sendiri.
Mereka adalah generasi terbaik yang berserah diri (Islam) kepada Allah.
Sehingga mereka mencapai tingkatan muslim yang terbaik yakni Ihsan (muhsin/muhsinin). Ihsan (kata arab) yang maknanya baik, terbaik.

Kamis, 19 Januari 2012

Membela Kitab Ihya Al-Ghazali

“Hampir saja posisi Ihyâ’ menandingi al-Qur’an”. Sanjungan tersebut disampaikan oleh tokoh karismatik `Ulamâ’ul-islâm al-Imâm al-Faqîh al-Hâfizh Abû Zakariya Muhyiddîn an-Nawawi atau lebih dikenal dengan sebutan Imâm Nawawi Shâhibul-majmû`, yang hidup dua abad pasca Imâm Ghâzali.
 
Quthbil-’auliyâ’ as-Sayyid Abdullâh al-`Aydrus berpesan kepada segenap umat Islam untuk selalu berpegang teguh pada al-Qur’an dan Sunnah. Sedangkan penjelasan keduanya, menurut beliau, telah termuat dalam kitab Ihyâ’ Ulûmiddîn karya Imâm Ghâzali.

Dua komentar ulama tadi telah membuktikan keagungan kitab ini dan besarnya anugrah yang diraih oleh Imâm Ghâzali. Sampai-sampai kritikus dan peneliti Hadis Ihyâ’, al-Imâm al-Faqîh al-Hâfîzh Abûl Fadhl al-`Irâqi, turut memberikan apreseasi positif terhadap kitab yang ditakhrîjnya itu. Beliau menempatkan Ihyâ’ sebagai salah satu kitab teragung di tengah-tengah khazanah keilmuan Islam yang lain.

Begitu pula al-Faqîh al-`Allâmah Ismâ`il bin Muhammad al-Hadhrami al-Yamani ketika ditanya tentang karya-karya Imâm Ghâzali; beliau menjawab “Muhammad bin Abdillâh adalah sayyidul-’anbiyâ’, Muhammad bin Idris as-Syâfi’i sayyidul-a’immah, sedangkan Muhammad bin Muhammad bin Muhammad al-Ghâzali adalah sayyidul-mushannifîn“.