Rabu, 18 Juli 2012

Tingkatan Zuhud

Harun al-Rasyid memuji Fudhail ibn ‘Iyadh, “Betapa engkau orang yang sangat zuhud.”

“Engkau lebih zuhud ketimbang diriku,” kata Fudhail ibn ‘Iyadh.

“Aku bersikap zuhud karena harta yang kupunya tak lebih daripada seukuran sayap nyamuk,” Fudhail ibn ‘Iyadh melanjutkan. “Aku bersikap zuhud pada urusan dunia yang fana ini. Sedangkan engkau telah melampaui diriku. Engkau bersikap zuhud pada urusan akhirat yang abadi.”

“Orang yang mampu bersikap zuhud dalam kondisi banyak harta lebih utama ketimbang orang yang bersikap zuhud dalam kondisi tak berpunya. Engkau lebih zuhud ketimbang diriku, wahai Amirul Mukminin.”[1]
  • Kekayaan dan kemiskinan sama-sama bisa menjadi hamba dan engkau tuannya, sama- sama bisa menjadi tuan dan engkau hambanya.

[1] (dari Yuhka ‘An, 216 Qishah Tajma’ al-Hikmah wa al-Tayswiq wa al-Ta’lim karya Dr Anwar Wardah, hal. 90)

0 komentar

Posting Komentar