Senin, 13 Agustus 2012

Kisah Ashaabul Ukhdud

Di zaman Bani Israil, jauh sepeninggal Nabi Musa 'alaihissalam, di saat Bani Israil semakin jauh dari masa nubuwah dan tuntunan Nabi mereka, bergelimang kemaksiatan dan kekafiran, Allah Subhanahu wa Ta'ala kuasakan atas diri mereka orang-orang yang zhalim dan bengis tidak berperikemanusiaan.
Al-Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya, pada Kitab Az-Zuhd war Raqa`iq, bab Qishshah Ashhabil Ukhdud (no. 3005),
dari Shuhaib bin Sinan radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya):

Pada zaman dahulu, sebelum masa kalian ada seorang raja, dia mempunyai seorang tukang sihir. Ketika tukang sihir ini sudah semakin tua, dia berkata kepada raja tersebut: “Saya sudah tua, carikan untukku seorang pemuda remaja yang akan saya ajari sihir.” Maka raja itupun mencari seorang pemuda untuk diajari ilmu sihir.

Rabu, 01 Agustus 2012

Alat legitimasi bagi Yerusalem sebagai ibukota Israel


Salah satu episode sejarah keemasan Turki saat dipimpin oleh Khalifah Sultan Abdul Hamid II di awal abad ke-20.

Saat itu Theodore Hertzl, pemimpin Gerakan Zionis Internasional, mendatangi Abdul Hamid untuk meminta agar Turki Utsmani mau membagi sebagian tanah Palestina untuk dijadikan negara Israel. Permintaan Hertzl ini disertai dengan bujuk rayu dan janji, jika keinginannya dituruti maka Turki dan juga Sultan Abdul Hamid II akan diberi hadiah sangat besar oleh gerakan Zionis Internasional.

Namun dengan sikap tegas Abdul Hamid mengusir Hertzl seraya berkata, “Turki tidak akan pernah sekali pun menyerahkan Tanah Palestina kepada kamu hai orang-orang Yahudi. Tanah Palestina bukanlah milik Turki, melainkan milik seluruh umat Islam dunia. Jangan bermimpi bisa menginjak Tanah Palestina selama saya masih hidup!”

Sebaliknya kerajaan dinasti Saudi didirikan karena tidak mengklaim Palestina atau dengan kata lain didirikan karena “menyerahkan” Palestina kepada kaum yang dimurkai oleh Allah Azza wa Jalla yakni kaum Zionis Yahudi