Jumat, 07 Desember 2012

Putera Penghianat Hamas

Sebulan setelah kematian petinggi Hamas, Mahmud al - Mabhuh, Dibunuh agen Mossad dalam kamar hotelnya di Dubai , Uni Emirat Arab, Hamas diterpa kabar tidak sedap . Mosab Hassan Yousef membuat pengakuan sungguh mengejutkan . Ia mengungkapkan pernah menjadi agen Shin beth ( dinas rahasia dalam negeri Israel) selama satu dekade.

Bukan sekadar rahasia itu yang menghebohkan . Statusnya sebagai putra Syekh Hassan Yusuf , tokoh senior Hamas di Tepi Barat , membuat cerita itu makin mengguncangkan . Mosab membeberkan ceritanya sebagai pengkhianat itu dalam bukunya berjudul Son of Hamas diterbitkan di Amerika Serikat awal Maret 2010 . Di kalangan mata- mata Israel , ia dikenal dengan nama samaran 'Pangeran Hijau '. Lantaran informasi dari Mosab , negara Zionis itu mampu membunuh sejumlah tokoh pejuang Palestina .

Shin beth berhasil pula menahan lusinan di antaranya dan menggagalkan banyak rencana bom bunuh diri, termasuk yang sasarannya Shimon Peres pada 2001 . Mossab bergabung di sana pada 1997 - 2007 . Menurut Mosab , misi rahasia paling penting ia kerjakan selama bergabung di Shin Beth adalah penangkapan 30 pimpinan rahasia Hamas di Tepi Barat , termasuk Ibrahim Hamid dan Marwan Barghuti . Mereka yang mengatur keuangan dan seluruh kegiatan organisasi itu di sana.

Insiden itu berlangsung pada November 2004 . " Hamid bertanggung jawab atas kematian 80 warga Israel . Itu tugas terakhir saya di Shin Beth, " katanya Lelaki 32 tahun yang menetap di California , Amerika , sejak tiga tahun lalu ini pun mengetahui rencana penangkapan kembali ayahnya pada September 2005 . Shin Beth memberitahukan dia itulah satu - satunya cara menyelamatkan Syekh Hassan Yusuf .

Hingga kini , tokoh moderat Hamas itu masih dipenjara . Sejatinya , itu bukan kejutan pertama dari Mosab . Pada tahun 2007 , Mosab pindah ke California , Amerika Serikat. Dua tahun lalu , ia mengumumkan murtad dari Islam lalu memeluk Kristen . Namanya berganti Joseph . Tapi pengakuan Mosab pernah menjadi anggota Shin Beth telah membuat Syekh Hassan Yusuf meradang . Lewat suratnya dari penjara , ia mengumumkan tidak mengakui lagi Mosab sebagai anaknya .

Mosab memiliki lima saudara lelaki dan dua saudara perempuan . Ia besar di Ramallah , Tepi Barat , sekitar sepuluh kilometer dari Yerusalem. Mosab tidak terlalu reaktif menanggapi talak itu. Ia bahkan menuding Hamas telah memaksa ayahnya melakukan hal itu . " Ini membuat saya berjuang lebih bersemangat melawan Tuhan mereka dan gerakannya ( Hamas) .

Saya menyayangi ayah saya , namun gerakannya ( Hamas) arogan dan iblis , " ujarnya . Sejatinya , pengkhianatan dilakukan Mosab bukan hal baru. Pada 1998 , sebanyak 80 orang menjadi informan Israel dipindahkan ke Sderot lantaran nyawa mereka dan keluarganya terancam . Kota itu hanya satu kilometer dari perbatasan Jalur Gaza.

Musab ditangkap pasukan Zionis setelah ia membeli senjata untuk Hamas. Ia dijebloskan ke penjara tahun 1996 . Di dalam penjara itulah Musab berubah menjadi pembenci Hamas.

Setelah itu , Musab menjadi agen rahasia untuk dinas intelijen Zionis , Shin Bet. Secara rutin dia berusaha menjaring warga Palestina dari berbagai kelompok – termasuk yang mendekam di penjara Israel - untuk bekerja menjadi informan Zionis dengan cara memeras mereka atau mengiming - imingi targetnya dengan uang dan pekerjaan, serta izin perjalanan .

Uang memang bisa mengubah segalanya , termasuk iman dan rasa cinta terhadap tanah air.

Sumber : Atjeh Cyber

Kamis, 06 Desember 2012

Hasan Al-Bashri dengan Tetangganya

Hasan al-Bashri tinggal satu atap dengan tetangganya yang Nasrani, ia kebagian lantai atas, pada saat Nasrani itu tinggal di lantai dua itu dia membuat kamar mandi atau toilet, pada saat itu, tiap kali Nasrani dan keluarganya kencing, air seninya selalu menetes ke rumah Hasan Bashri dan ditadahi menggunakan mangkuk sampai penuh.

suatu kali Hasan Bashri sakit, dan dijeng uk tetangganya, melihat tetesan dari atap rumahnya ia bertanya pada Hasan Al Bashri.

“apa tetesan itu wahai Hasan?” tanya Nasrani itu.
“itu rembesan air seni dari kamar mandimu wahai tetanggaku” jawab Hasan lemah.
“sudah berapa lama kau menadahi air seni itu sampai hari ini?”tanya Nasrani itu.
“sejak dua puluh tahun yang lalu tetanggaku” jawab Hasan,
” kenapa tidak kau laporkan aku?” tanya Nasrani itu dengan mengiba, merasa telah mendzalimi tetangganya itu berpuluh-puluh tahun.
“karena aku ingat sabda nabi, barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka muliakanlah tetangganya,dan engkau adalah tetanggaku, makanya dengan begini aku berusaha memuliakanmu, tetanggaku” jawab Hasan.

mendengar jawaban itu Nasrani itu meneteskan air mata, menangis, dan masuk islam atas kesadarannya melihat keindahan dan cinta dalam islam. ALLAHU AKBAR!!! Subhanallah……!!